Zona Bebas Korupsi, Kantor Pertanahan Kubar Siap Tingkatkan Layanan Publik
Finalisasi Draft Perjanjian Kerja Sama (PKS)

By Rusmini, SE 17 Jul 2019, 09:59:22 WIB BKAD
Zona Bebas Korupsi, Kantor Pertanahan Kubar Siap Tingkatkan Layanan Publik

Keterangan Gambar : Pembahasan Draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemda dengan BPN.


Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Barat Idrus Alaydrus A Ptnh menuturkan, pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bertujuan untuk peningkatan kualitas layanan publik di Kubar, dengan memberikan layanan sebaik-baiknya.
Hal tersebut disampaikan Idrus Alaydrus saat mewakili Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memenuhi Undangan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia dalam rangka Rapat Finalisasi Draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemda dengan BPN di Kantor Wilayah BPN Kaltimtara, Samarinda Selasa (25/6/ 2019).
Zona Integritas (ZI) merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui Reformasi Birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hal ini sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014. Sistem pemerintahan yang baik dan efektif adalah pemerintah yang dapat melayani masyarakat secara tepat, cepat dan profesional.
“Keberhasilan Pembangunan Zona Integritas (ZI) sangat ditentukan oleh Kapasitas Integritas masing-masing individu dalam organisasi tersebut,” kata Idrus yang hadir didampingi Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah Kubar Rion, S.ST, S.IP, M.Si, Kepala Bidang Aset BKAD Kubar Lesman Daniel M, SKM, M.Si, Kepala Subbidang Perencanaan dan Perubahan Status Hukum BKAD Kubar Yohanis Sau’ Palayukan, SE dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kubar.
Kepala Bidang Aset BKAD Kubar Lesman Daniel M, SKM, M.Si juga berasa bersyukur  adanya kerjasama dengan KPK dapat memberi rasaaman serta tidak tersangkut masalah-masalah hukum dan korupsi.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment