Sosialiasasi BPJS Kesehatan di BKAD Kutai Barat

By BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH 04 Sep 2020, 12:00:47 WIB BKAD
Sosialiasasi BPJS Kesehatan di BKAD Kutai Barat

Keterangan Gambar : Sosialiasasi BPJS Kesehatan di BKAD Kutai Barat


bkad.kutaibaratkab.go.id – Kamis 13 agustus 2020 bertempat di Kantor BKAD Kutai Barat, BPJS kesehatan melakukan sosialisasi mengenai program BPJS kesehatan yang meliputi pembayaran, pendaftaran dan pemakaian aplikasi JKN mobile yang diinstal pada gadget dan bisa diunduh melalui Play Store untuk pengguna android guna mempermudah masyarakat dalam menggunakan fitur BPJS,

Dalam Kepres Nomor 75 tahun 2019, pasal 30 iuran BPJS kesehatan diatur sebagai berikut, ayat (1) Iuran bagi Peserta PPU yang terdiri atas Pejabat Negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, PNS, Prajurit, Anggota Polri, kepala desa dan perangkat desa, dan Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h yaitu sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan. Ayat (2) Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibayar dengan ketentuan sebagai berikut: 4% (empat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja; dan 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta.

Untuk peserta BPJS mandiri yang mememiliki tunggakan maka pembayaran dapat dibayarkan secara dicicil dengan syarat untuk pelunasan 6 bulan pertama dibayarkan secara penuh, selanjutnya sisa dari pembayarannya dapat dicicil sampai lunas,

 

Berlaku mulai tahun 2020, tarif baru Iuran BPJS kesehatan

Peserta BPJS

Iuran Sebelumnya

Iuran Terbaru

PBI

Rp 23.000

Rp 42.000

PBPU & BP

Kelas III : Rp 25.500

Kelas II  : Rp 51.000

Kelas I   : Rp 80.000

Kelas III : Rp 42.000

Kelas II  : Rp 110.000

Kelas I   : Rp 160.000

PPU

  • Pegawai pemerintah: 5% (3% pemberi kerja, 2% peserta)
  • Pegawai BUMN dan karyawan swasta: 5% (4% pemberi kerja, 1% peserta)
  • Batas upah/gaji paling tinggi sebagai dasar perhitungan: Rp 8 juta
  • Batas upah paling rendah: UMK/UMP

 

  • Pegawai pemerintah: 5% (4% pemberi kerja, 1% peserta)
  • Pegawai BUMN dan karyawan swasta: 5% (4% pemberi kerja, 1% peserta)
  • Batas upah/gaji paling tinggi sebagai dasar perhitungan: Rp 12 juta
  • Batas upah paling rendah: UMK/UMP

 

 

FAQ :

  • 1.    Mengapa perlu mendaftar BPJS Kesehatan ?
    • BPJS menanggung biaya semua penyakit yang di diagnosa medis
    • Medical Check up tidak diperlukan untuk menjadi peserta
    • Jaminan kesehatan seumur hidup bagi peserta yang aktif
    • Memiliki prinsip gotong royong
    • Memiliki premi yang murah
    • Wajib untuk warga Indonesia
    • Kemudahan saat berobat

        2.  Bagaimana cara mendaftar BPJS ?

       3.  Bagaimana Jika suami dan istri sama-sama bekerja apakah perlu semuanya mendaftar BPJS kesehatan :

  • Perlu, Suami istri yang merupakan Pekerja, keduanya wajib di daftarkan sebagai Peserta PPU oleh pemberi kerjanya dan membayar iuran. Suami, istri dan anak dari Peserta PPU berhak memilih kelas perawatan tertinggi.

       4.  Bagaimana peserta menunggak pembayaran BPJS kesehatan apakah masih bisa mengunakan layanan BPJS ?

  • Berdasarkan Kepres Nomor 64 tahun 2020, pasal 42 ayat (1) dalam hal peserta dan atau pemberi kerja tidak membayar iuran sampai dengan akhir bulan berjalan maka penjaminan Peserta diberhentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya.

       5.  Apa kriteria dapat menjadi peserta BPJS Kesehatan

  • Peserta PPU badan usaha meliputi suami / istri yang sah dan maksimal 3 (tiga) orang anak dengan kriteria:
  • Tidak atau belum pernah menikah atau tidak mempunyai penghasilan sendiri
  • Belum berusia 21 tahun atau belum berusia 25 tahun yang masih melanjutkan pendidikan formal
  • Apabila anak ke-1 sampai dengan ke-3 sudah tidak ditanggung, maka status anak tersebut dapat digantikan oleh anak berikutnya sesuai dengan urutan kelahiran dengan jumlah maksimal yang ditangung adalah 3 orang anak yang sah.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment