PEMKAB KUBAR MENGGELAR SOSIALISASI SIMDA TERINTEGRASI

By Harkenius Bias, S.T 29 Des 2019, 18:20:22 WIB Nasional
PEMKAB KUBAR MENGGELAR SOSIALISASI SIMDA TERINTEGRASI

BALIKPAPAN Beberapa hari yang lalu Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Badan Keuangan Dan Aset Daerah bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Timur serta Bankaltimtara menggelar Sosialisasi Implementasi SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Daerah) Integrated dan Transaksi Non Tunai Pada Bendahara Pengeluaran OPD Dengan CMS (Cash System Management) Bankaltimatara yang diikuti Pemprov Kaltim, Kukar, Berau, Mahulu, Paser, Samarinda dan Kutim bertempat di Hotel Grand Senyiur Balikpapan dengan Narasumber ialah Tim BPKP Pusat.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Barat, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Pusat, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kaltim, Jajaran Bankaltimtara, Bappeda Provinsi Kaltim, BPKAD Provinsi Kaltim, Biro Organisasi Setda Provinsi Kaltim, Biro Administrasi Pembangunan Setda Kaltim, Inspektur Inspketorat Kutai Barat, BP3D Kabupaten/Kota, BKAD Kabupaten/Kota, Bagian Ortal Kabupaten/Kota dan Bagian Pembangunan Kabupaten/Kota.

Bupati Kutai Barat dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati H.Edyanto Arkan mengatakan “semoga dengan dilaksanakan kegiatan ini dapat menunjang dan mendukung kinerja penyelenggaraan pemerintahan khususnya yang terkait dengan keuangan, mulai dari perencanaan, penganggaran hingga proses pelaporan”,katanya.

Selanjutnya Ia menuturkan “dengan adanya SIMDA Integrated ini diharapkan terwujudlah konsistensi antara rencana yang telah disusun dan ditetapkan melalui dokumen RPJMD, Renstra OPD dan Renja OPD dapat terpantau dengan baik sehingga dapat dievaluasi dengan lebih tepat dan akurat dalam rangka pengendalian dan pencapaian target kinerja pembangunan”,tuturnya.

Kemudian Ia menyampaikan “kerjasama dalam hal keuangan telah dilakukan Pemerintah Daerah bersama Bankaltimatara seperti SP2D Online, pembayaran gaji ASN dan TKK dan lain sebagainya. Dan dalam kesempatan ini pula dibahas mengenai transaksi non tunai pada bendahara pengeluaran OPD menggunakan CMS Bankaltimatara atau Cash Management System. Oleh karena itu sayapun menghimbau kiranya sinergitas yang ada ini antara BPKP, BKAD dan OPD lainnya serta Bankaltimatara dapat terus ditingkatkan, sehingga segala hambatan atau kendala yang terjadi dilapangan dapat teratasi demi terwujud kelancaran penerapan program tersebut dan melalui kesempatan ini baiklah seluruh Peserta dapat memanfaatkan forum ini secara optimal dan juga seluruh Kepala OPD untuk dapat mengevaluasi dan menjalankan tugas dengan sebaiknya, marilah kita bijak merencanakan dan melaksanakan program kerja dengan melihat kebutuhan dan berbuat sesuai undang-undang yang berlaku yang mana kesemuanya itu kita lakukan bukan hanya untuk mensukseskan kinerja pemerintahan, serta mempertahankan Opini BPK tetapi juga sebagai wujud pengabdian kita sebagai abdi negara demi terwujudnya Hari Esok Yang Lebih baik Daripada Hari Ini”,imbuhnya.

Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Kaltim Adil Hamongan Pangihutan dalam sambutannya mengungkapkan “saya sangat mendukung SIMDA Integrasi yang dimaksudkan untuk mencegah penyelewengan anggaran sebab prosesnya dapat terlihat mulai perencanaan sampai dengan pelaporan, saya berharap kedepannya seluruh Kabupaten /Kota di Kaltim yang menggunakan SIMDA dari BPKP wajib melaksanakan SIMDA Terintergrasi demi suksesnya penyelenggaran keuangan yang transparan, akuntabel dan akurat”,ungkapnya

Dirketur Operasional Bankaltimtara Muhammad Yamin dalam sambutannnya berujar ““sangat mengapresiasi inovasi keuangan Pemkab Kubar dan kerjasama yang terjalin dengan baik dalam kemitraan yang harmonis ini, semoga hal ini senantiasa mendukung pembangunan yang berkelanjutan bagi Kutai Barat dan Bankaltimtara pada umumnya”,ujarnya.

Kepala Keuangan dan Aset Daerah Sahadi ditemui usai acara menyebutkan “kegiatan tersebut untuk mensosialisasi penggabungan seluruh SIMDA, dan minggu depan ada Tim IT dari Bankaltimtara hadir di Kutai Barat untuk melihat langsung keadaan dan kesiapan Kubar, sebab SIMDA Terintegarsi menggunakan SIMDA versi yang terbaru yang memiliki syarat tidak boleh ada area yang blank spot (Manaar Bulant, Siluq Ngurai, Bentian dan sebagian Bongan), jadi nanti diadakan kerjasama yang mana Bankaltimatara menyediakan alat yang mendukung hal tersebut sehingga dapat dilaksanakan pengimputan disetiap Kecamatan, respon Kabupaten/Kota lain sangat baik, mereka juga nantinya ingin hadir jika diadakan Bimtek terkait SIMDA Terintegrasi tersebut, semoga semua program ini dapat terlaksana sesuai rencana, mari kita dukung bersama”,sebutnya.

Di Kalimantan Timur sendiri belum ada yang menggunakan atau menerapkan SIMDA Terintegrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, perlu diketahui bersama bahwa kegiatan hari ini merupakan tindaklanjut dari Surat Bupati Kutai Barat Nomor 028/4103/BKAD/-TU.P/XI Tanggal 11 September 2019 Perihal Kutai Barat sebagai Pilot Project Integrasi SIMDA.(HMS11)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment